Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Medan (UNIMED) melatih puluhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam penanganan trauma pasca bencana melalui pemanfaatan aplikasi digital “Healing”, Rabu (6/5/2026), di SMA Negeri 3 Medan, Kota Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh PNBP UNIMED tahun 2026, berkolaborasi dengan Majelis Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Wilayah 1 Sumatera Utara.
Ketua tim pengabdian, Nindya Ayu Pristanti, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan konseling traumatik di lingkungan sekolah, terutama di wilayah rawan bencana.
“Guru BK memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam pemulihan psikologis siswa. Melalui pelatihan ini, kami berupaya memperkuat kapasitas guru BK dengan pendekatan yang lebih adaptif serta pemanfaatan teknologi,” ujarnya Sebanyak 24 guru BK mengikuti kegiatan ini bersama tim pengabdian yang terdiri dari Prof. Dr. Asih Menanti, M.S., Latifah Rahman Nurfazriah, S.Pd., M.Kes., Nur Asiah, M.Pd., serta lima mahasiswa.
Kegiatan dibuka oleh Ketua MGBK SMA Wilayah 1 Sumatera Utara, Julpan, S.Pd, M.Kom yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan konselor sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Dalam sambutannya, ia juga menegaskan harapannya agar kolaborasi antara Universitas Negeri Medan dan MGBK tidak berhenti pada kegiatan ini saja.
Julpan menginginkan adanya kesinambungan kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan kapasitas guru Bimbingan dan Konseling di lapangan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan konseling yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi situasi kebencanaan.
“Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut melalui program-program pendampingan, pelatihan, maupun riset bersama, sehingga guru BK semakin siap dan profesional dalam memberikan layanan kepada siswa,” ujarnya.
Pada sesi inti, Prof. Dr. Asih Menanti, M.S., bersama Reo Rizki Ananda memaparkan tentang teknik konseling traumatik, khususnya dalam penanganan krisis dan pemulihan psikologis siswa pascabencana sekaligus mendemonstrasikan penggunaan aplikasi “Healing” sebagai inovasi layanan berbasis digital. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung kerja konselor melalui fitur asesmen awal, panduan self-healing, teknik relaksasi, regulasi emosi, serta sistem pendampingan yang dapat diakses secara fleksibel oleh guru BK dan siswa.
Melalui program ini, UNIMED menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi berbasis riset untuk memperkuat ketahanan mental generasi muda di tengah meningkatnya risiko bencana.(na)