Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026 di Hermes Palace Hotel Medan pada 16-17 April 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor, yang diwakili oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yan Azhari M.Pd. Turut menghadiri, Koordinator PPG Unimed, Dr. Tiur Malasari Siregar, S.Pd., M.Si., Sekretaris PPG, Prof. Dr. Fajar Apollo Sinaga, S.Si., M.Si., Apt., Kaprodi, Guru Pamong, Dosen, Tim IT, Humas, Keuangan dan Seluruh Panitia. WhatsApp Image 2026-04-16 at 18.13.12.jpeg Tiur Malasari Siregar, S.Pd., M.Si. Dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 60 Peserta dengan jumlah mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026 di Universitas Negeri Medan sebanyak 256 mahasiswa yang terbagi ke dalam 10 rombongan belajar. Jumlah tersebut menuntut kesiapan yang matang dari sisi akademik, administrasi, maupun teknis pelaksanaan. Rapat koordinasi ini memiliki peran yang sangat penting, mengingat pelaksanaan PPG Calon Guru tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik semata, tetapi juga menyangkut kesiapan institusi dalam mengelola proses pendidikan profesi secara menyeluruh, terarah, dan berkualitas. Melalui forum ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan persepsi, langkah yang searah, serta komitmen yang kuat dalam mendukung keberhasilan program. WhatsApp Image 2026-04-16 at 18.13.13.jpeg Dr. Yan Azhari, S.E., M.Pd. Pada saat membuka kegiatan menyampaikan Rapat koordinasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara terencana, sistematis, terukur, dan berkualitas. Program PPG ini memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menyiapkan calon guru profesional. Guru yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga kompetensi sosial dan kepribadian yang matang, berintegritas tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam konteks transformasi pendidikan di era digital.

Lanjut Dr Yan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi di antara seluruh pihak yang terlibat. Kesamaan persepsi tersebut menjadi kunci agar setiap tahapan pelaksanaan program dapat berjalan selaras dan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman di lapangan. Selain itu, rapat ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas unit serta meningkatkan sinergi antar pihak.