Universitas Negeri Medan menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi berintegritas melalui kegiatan Seminar Pendidikan dan Gerakan Anti Korupsi yang berlangsung di Gedung Digital Library Unimed Lantai IV pada Rabu, 06/05. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Jaksa Utama Muda Fitri Sumarni, D. S.H., M.Hum., dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Tujuan dilaksanakannya Seminar Pendidikan dan Gerakan Anti Korupsi Tahun 2026 ini adalah sebagai media edukasi, pembentukan karakter, serta penggerak perubahan dalam rangka menciptakan generasi yang berintegritas dan bebas dari segala praktik korupsi. WhatsApp Image 2026-05-06 at 14.49.59.jpeg Choms Gary Ganda Tua Sibarani, S.E., M.Si,Ak., CA. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan pada pagi hari ini diikuti oleh sebanyak 308 orang mahasiswa, yang terdiri dari: Ketua dan Anggota Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan sebanyak 38 orang, Ketua dan Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebanyak 60 orang, Perwakilan mahasiswa/i dari 7 fakultas sebanyak 210 orang. WhatsApp Image 2026-05-06 at 14.50.00.jpeg Prof. Dr. Marice, M.Hum. saat membuka kegiatan mengatakan korupsi hingga saat ini masih menjadi permasalahan mendasar yang memberikan dampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks tersebut, dunia pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun kesadaran kolektif serta menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan etika kepada generasi muda. Pendidikan anti korupsi bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan karakter yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Semoga kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan, memperkuat komitmen, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan dalam mewujudkan budaya anti korupsi.

Fitri Sumarni, D. S.H., M.Hum menjelaskan gerakan anti korupsi di lingkungan kampus menekankan bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga krisis moral dan budaya yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan akademik serta masa depan bangsa. korupsi telah menjadi persoalan global yang serius dan memprihatinkan, terutama di negara berkembang, di mana praktiknya semakin merajalela dan bahkan cenderung dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Untuk itu gerakan ini juga mendorong terciptanya budaya kampus yang bersih dan berintegritas melalui kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, dengan dukungan kebijakan yang tegas serta sistem pengawasan yang efektif.