Pendampingan area akuntabilitas dalam mendukung pembangunan ZI menuju WBK/WBBM telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 21 Mei 2026, di Ruang Sidang B Gedung Biro Rektor Unimed. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua RB ZI Unimed, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, M.Si., dengan menghadirkan narasumber Ibu Bina Melvia Girsang, S.Kep., Ns., M.Kep dari Fakultas Keperawatan USU. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh wakil dekan II/ketua, wakil ketua, sekretaris, tim penilai PTN, koordinator, dan anggota ZI Fakultas/Pascasarjana. Dalam sambutannya, Ketua RB ZI Universitas Negeri Medan, Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa penerapan Zona Integritas di lingkungan Universitas Negeri Medan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, termasuk pada area akuntabilitas. Berbagai program dan langkah yang dijalankan oleh tim RBZI Unimed telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan tata kelola organisasi, terutama dalam penyusunan program kerja, evaluasi kinerja, serta kegiatan monitoring dan pelaporan yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencerminkan keseriusan seluruh unit kerja dan pimpinan unit kerja dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, efektif, dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi akuntabilitas kinerja di setiap unit kerja dapat semakin optimal sehingga mampu mendukung Pembangunan ZI di lingkungan Unimed menuju WBK/WBBM. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Bina Melvia Girsang. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan mengenai akuntabilitas itu harus linear dengan SAKIP di masing-masing unit kerja. Pemateri juga menekankan bahwa inovasi pada area akuntabilitas memiliki peran penting dalam memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas akuntabilitas di lingkungan Unimed. Pada kegiatan ini, narasumber juga menyampaikan perlunya implementasi penguatan akuntabilitas dalam pembangunan ZI melalui kegiatan evaluasi, monitoring, dan perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Kehadiran pimpinan masing-masing unit kerja pada saat monitoring dan evaluasi merupakan suatu keharusan agar aspek pengungkit dan reform akuntabilitas memperoleh nilai yang maksimal. Selain itu, dalam kegiatan ini dilakukan juga presentasi dokumen LKE oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Sementara itu, fakultas lainnya melaksanakan konsultasi langsung terkait berbagai kendala dalam proses pengisian LKE. Selanjutnya, narasumber memberikan sejumlah masukan dan saran, khususnya terkait penyusunan laporan IKU serta rencana aksi bulanan. Narasumber juga menekankan bahwa rencana aksi sebaiknya dilaporkan secara triwulan dan disusun lebih komprehensif agar proses pengukuran serta pelaporan kinerja dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, diharapkan terwujud akuntabilitas yang transparan, terukur, dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan di lingkungan Unimed.