Pendampingan area penataan tata laksana guna mendukung peningkatan kualitas layanan di lingkungan Unimed telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2026, di Ruang Sidang B Gedung Biro Rektor Unimed. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua RB ZI Unimed, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, M.Si., dengan menghadirkan narasumber Ibu Nurbaiti, S.KEP, Ners, M. Biomed. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan II/Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Tim Penilai PTN, Koordinator, dan Anggota ZI Fakultas/Pascasarjana.

Dalam sambutannya, Ketua RB ZI Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, M.Si., menyampaikan bahwa implementasi Zona Integritas di lingkungan Unimed terus menunjukkan perkembangan yang positif termasuk pada area tata laksana. Hal tersebut terlihat dari berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh tim ZI di lingkungan Unimed meliputi pengelolaan administrasi, standar operasional prosedur (SOP), dan tata kelola. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tim ZI mampu meningkatkan penataan tata laksana yang lebih efektif, tertib, dan akuntabel.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Nurbaiti, S.KEP, Ners, M. Biomed. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa jika pelayanan telah meningkat, maka tata laksana akan semakin baik juga. Pemateri juga menekankan terdapat tiga aspek penting yang perlu diperhatikan bagi area tata laksana, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Standar operasional prosedur yang dibuat harus sesuai dengan proses bisnis yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kemudian apabila terdapat 10 jenis layanan maka SOP yang disiapkan juga harus sebanyak 10. Untuk pembuatan SOP diusahakan menggunakan teknologi informasi contohnya dengan pemanfaatan aplikasi BIZAGI.

Selain itu, pada kegiatan tersebut dilakukan juga presentasi dokumen LKE oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Teknik (FT). Selanjutnya, narasumber memberikan sejumlah tanggapan dan saran, diantaranya terkait optimalisasi laporan monev SOP, kelengkapan peta proses bisnis, serta penyusunan pedoman evaluasi yang lebih komprehensif. Di sisi lain, narasumber juga menyarankan perbaikan LKE pada keterbukaan informasi dan mengedepankan pemanfaatan teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai LKE dan implementasi layanan menuju predikat ZI WBK/WBBM dari KemenpanRB.