Universitas Negeri Medan melalui tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) meluncurkan sistem digital berbasis web untuk membantu guru Bimbingan dan Konseling (BK) memetakan kebutuhan siswa secara lebih cepat dan akurat. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam lokakarya penguatan kompetensi guru BK SMA se-Kota Medan yang digelar di SMA Negeri 3 Medan, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru BK SMA Kota Medan dalam Analisis Kebutuhan Peserta Didik Berbasis Website” ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh PNBP Unimed Tahun 2026. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara tim pengabdian Universitas Negeri Medan dengan Majelis Guru Bimbingan dan Konseling SMA Wilayah I Sumatera Utara.
Tim pengabdian terdiri atas Prof. Dr. Nur Aini, M.S., Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd., dan Amirul Hazmi Hamdan, S.Pd., M.Pd., bersama lima mahasiswa, yakni Annisa Ayuni Zahra, Desy Vesya Simanjuntak, Riffa Hafidzah Hendri, Verawati Anjelly Sianturi, dan Zahara Salsabila.
Ketua penyelenggara kegiatan, Prof. Dr. Nur Aini, M.S., mengatakan platform tersebut dikembangkan untuk mengurangi beban administratif guru BK yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sistem ini memungkinkan proses pemetaan kebutuhan siswa dilakukan secara otomatis melalui analisis data digital.
“Website ini dirancang untuk mempermudah layanan BK di sekolah. Sistem dapat membantu guru memetakan siswa yang membutuhkan layanan konseling berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang terintegrasi secara digital,” ujar Nur Aini.
Transformasi digital juga diterapkan pada Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd., menjelaskan bahwa digitalisasi AKPD mempermudah siswa dalam pengisian data sekaligus membantu guru BK mengolah hasil angket secara lebih efisien.
Dalam sesi teknis, Amirul Hazmi Hamdan, S.Pd., M.Pd., memaparkan penggunaan Sistem Informasi Manajemen AKPD (SIM AKPD), mulai dari tahap persiapan, distribusi angket, hingga pengolahan data otomatis melalui dashboard interaktif.
Selain pengenalan platform, peserta juga mendapatkan pendalaman materi mengenai analisis hasil angket. Dosen Unimed Nur Asiah, M.Pd., menjelaskan pentingnya membaca pola data siswa secara makro maupun mikro guna menentukan bentuk intervensi konseling yang tepat, mencakup aspek pribadi, sosial, akademik, hingga perencanaan karir.
Diskusi berlangsung dinamis ketika para guru BK menyoroti tingginya persoalan siswa pada aspek karir. Para peserta membahas strategi prioritas layanan konseling berbasis data hasil angket digital tersebut.
Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Wilayah I Sumatera Utara, Julpan, S.Pd., M.Kom., mengapresiasi inisiatif tim PKM Unimed dalam menghadirkan inovasi layanan BK berbasis teknologi.
“Inovasi berbasis data seperti ini menjadi kebutuhan mendesak bagi guru BK. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan sehingga kompetensi digital guru BK semakin merata,” kata Julpan.
Melalui program ini, layanan bimbingan dan konseling diharapkan tidak lagi dipandang sebatas fungsi administratif, tetapi berkembang menjadi layanan strategis yang adaptif terhadap kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi pendidikan.