Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama LPPM Unimed berlangsung dengan penuh antusias di Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pendampingan Sekolah Mandiri dalam Integrasi SELANTANG (Sekolah Lansia Tangguh) Standar 3 untuk Mewujudkan Duta Lansia di Kelurahan Petisah Tengah Kota Medan Tahun 2026.” Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri dari pendamping Sekolah Lansia Mandiri, peserta Sekolah Lansia Mandiri, perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Camat Medan Petisah, serta unsur Kecamatan Medan Petisah Tengah. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan program sekolah lansia sebagai wadah pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup lansia di Kota Medan. Adapun tim pelaksana PKM Unimed terdiri dari Hodriani, S.Sos., M.AP., M.Pd selaku dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Dra. Nurmala Berutu, M.Pd dari Pendidikan Geografi, Dra. Ramulyadi, M.Pd., Kons dari Bimbingan dan Konseling, dr. Marsal Risfandi, M.Ked dari Fakultas Kedokteran, serta Prof. dr. Rahayu Lubis, M.Kes., Ph.D dari Universitas Sumatera Utara bidang Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini juga didukung oleh lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, yaitu Talita Sembiring, Dewi Romantika Tinambunan, Kania Nova Ramadhani, Putri Widia Ningsih, dan Lisa Caroline Pakpahan. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Annisyah, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh KUA Kecamatan Medan Petisah. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Lansia yang dipandu oleh Dra. Tiar Simajuntak. Para peserta lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan. Dalam sambutannya, Camat Medan Petisah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan pendampingan sekolah lansia tersebut. Ia menilai bahwa keberadaan sekolah lansia mampu menjadi ruang positif bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, dan memiliki semangat belajar di usia lanjut. “Walaupun telah lanjut usia, para lansia tetap memiliki motivasi untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan ini dapat meningkatkan kehidupan sosial masyarakat dan memperkuat hubungan antarwarga. Kami juga bangga karena di Kecamatan Medan Petisah telah memiliki dua sekolah lansia,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan ini mampu menciptakan lansia yang tangguh dan sehat sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas sosial dengan baik di lingkungan masyarakat. Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia BKL Mandiri, Ibu Marliza, dalam laporannya menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Mandiri dibentuk sejak 1 Maret 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari 29 perempuan dan 1 laki-laki serta didampingi oleh sembilan kader pendamping. Ia menjelaskan bahwa sekolah lansia tersebut telah melaksanakan wisuda Standar 1 pada tahun 2024 dan menyelesaikan Standar 2 pada tahun 2025. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa launching Sekolah Lansia Standar 3 menjadi langkah penting dalam mewujudkan lansia tangguh dan aktif di masyarakat. Selain itu, Sekolah Lansia BKL Mandiri telah menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder, seperti Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universitas Medan Area, UMSU, Panca Budi, rumah sakit swasta, organisasi sosial, hingga dinas pemerintahan terkait. Ketua tim pengabdian masyarakat Unimed, Hodriani, S.Sos., M.AP., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian akademisi terhadap peningkatan kualitas hidup lansia melalui pendidikan berbasis komunitas. Menurutnya, lansia tetap memiliki potensi besar untuk berkembang, berkontribusi, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat apabila mendapatkan pendampingan yang tepat. Pada kesempatan tersebut, tim PKM Unimed turut menyerahkan secara simbolis kaos Duta Lansia, buku panduan Sekolah Lansia Standar 3, serta permainan edukatif ular tangga lansia sebagai media pembelajaran dan stimulasi aktivitas sosial bagi peserta sekolah lansia. Kegiatan semakin meriah dengan penampilan lagu “Yok Ayok Sekolah Lansia” dan drama bertema lansia kesepian yang dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Lansia BKL Mandiri. Penampilan tersebut menggambarkan pentingnya keberadaan sekolah lansia sebagai ruang belajar, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan mental para lansia agar tidak merasa sendiri di usia lanjut. Memasuki sesi inti kegiatan, Dra. Ramulyadi, M.Pd., Kons menyampaikan materi psikologi lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan emosional di usia lanjut. Ia menjelaskan bahwa rasa tidak nyaman seperti cemas, takut, malu, maupun tertekan merupakan kondisi yang wajar dialami setiap individu, termasuk lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk merilis tekanan emosional melalui berbagai aktivitas positif. “Rasa tidak nyaman dapat dilepaskan melalui aktivitas yang menyenangkan seperti bermain, menonton video, bernyanyi, maupun berkebun. Aktivitas tersebut dapat membantu lansia memperoleh ketenangan dan menjaga kesehatan emosional,” jelasnya. Selanjutnya, Prof. dr. Rahayu Lubis, M.Kes., Ph.D menyampaikan materi kesehatan lansia terkait perubahan kondisi fisik yang umum terjadi pada usia lanjut. Ia menjelaskan bahwa lansia rentan mengalami penurunan daya ingat, gangguan penglihatan, masalah tulang, pencernaan, hingga penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan jantung koroner. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat melalui konsumsi sayur dan buah, olahraga ringan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta menjaga asupan makanan dan vitamin agar para lansia tetap sehat dan aktif menjalani kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan interaksi hangat antara peserta lansia, tim PKM Unimed, serta para stakeholder yang hadir. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengikuti setiap sesi kegiatan yang diberikan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan dalam mendukung terwujudnya lansia tangguh dan produktif di Kota Medan.