Upaya pelestarian budaya lokal kini hadir dengan sentuhan inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Tim peneliti dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan (Unimed) yang dipimpin oleh Dr. Muharrina Harahap, S.S., M.Hum., melaksanakan riset lapangan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pada 9–10 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kembali cerita rakyat yang mulai terlupakan.

Mengusung judul “Rekonstruksi dan Internasionalisasi Cerita Rakyat Sungai Wampu melalui Cergam Berbahasa Indonesia”, riset ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa. Tim dosen terdiri atas Heny Anggreini, M.A., Jakaria, S.S., M.A., Ita Khairani, S.Pd., M.Hum., dan Anggia Putri, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh mahasiswa yang aktif berperan dalam proses pengumpulan data hingga pengolahan narasi. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi akademik dalam menjaga warisan budaya bangsa. WhatsApp Image 2026-04-21 at 11.09.59.jpeg Didukung oleh Program Dana Indonesiana, riset ini tidak hanya berfokus pada pendokumentasian cerita rakyat dan tradisi lisan di sepanjang Sungai Wampu, tetapi juga mentransformasikannya ke dalam bentuk cerita bergambar (cergam) yang menarik, komunikatif, dan mudah diakses melalui platform digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke tingkat global.

Fenomena memudarnya cerita rakyat akibat perubahan gaya hidup dan minimnya dokumentasi menjadi perhatian utama tim peneliti. Padahal, cerita-cerita tersebut menyimpan nilai historis, kearifan lokal, serta pesan moral yang penting bagi pembentukan identitas budaya. Melalui riset ini, narasi-narasi lokal diupayakan untuk direkonstruksi secara sistematis agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

Kehadiran tim peneliti disambut hangat oleh Kepala Desa Stabat Lama, Muhammad Rasyid, beserta jajaran pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dukungan penuh juga datang dari berbagai elemen, termasuk PKK Kabupaten Langkat dan Kecamatan Wampu, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat yang turut berpartisipasi aktif selama proses riset berlangsung. Antusiasme masyarakat menjadi energi positif yang memperkuat keberhasilan kegiatan ini. WhatsApp Image 2026-04-21 at 11.30.08.jpeg Dalam pelaksanaannya, tim melakukan wawancara mendalam dengan tokoh adat, budayawan lokal, akademisi, serta masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang cerita rakyat di sepanjang Sungai Wampu. Riset ini mencakup beberapa wilayah di Kabupaten Langkat, di antaranya Desa Stabat Lama, Desa Mancang, dan Desa Perhiasan, sebagai pusat penelusuran jejak narasi budaya.

Melalui langkah ini, Unimed tidak hanya berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal yang hampir punah, tetapi juga memperkaya literasi budaya Indonesia. Lebih dari itu, hasil riset ini membuka peluang besar bagi cerita rakyat untuk tampil sebagai media diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan identitas Indonesia di panggung internasional.