Deli Serdang – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Life Skill Kesiapsiagaan Banjir Melalui Program Pendampingan Mitigasi Bencana bagi Siswa Sekolah Dasar Kelurahan Helvetia Kabupaten Deli Serdang” yang dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri 101786.
Kegiatan ini dipimpin oleh Khairul Usman bersama anggota tim Fajar Sidik Siregar dan Chairuna, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Umri Rahman Efendi, Magda Dwi Hartati Simanjuntak, Reza, serta Munawir Siregar. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa pendamping dan didukung oleh LPPM melalui kehadiran Ramlan Sahputera Sagala.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pelaksana Khairul Usman menegaskan bahwa “pentingnya pendidikan mitigasi bencana di lingkungan sekolah dasar sebagai bekal membangun karakter tangguh dan budaya siaga sejak dini. Menurutnya, wilayah yang rentan terhadap banjir membutuhkan pendekatan edukatif yang tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis menghadapi situasi darurat, serat dalam kesempatan ini juga perlunya peran Perguruan Tinggi khususnya Universitas Negeri Medan untuk berperan aktif dalam menerapkan hasil penelitian atau kajian-kajian ilmiah agar berdampak kepada Masyarakat khususnya mitra Sekolah”.
Selanjutnya Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa “menyambut baik kehadiran perguruan tinggi khususnya Universitas Negeri Medan hadir ke Masyarakat dalam memberikan edukasi terutama pada Sekolah yang rawan terkena bencana banjir sehingga Guru dan Siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga untuk diterapkan sesuai kebutuhan hidup”.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pembelajaran di sekolah, tim pengabdian menyerahkan sejumlah alat dan media edukasi kepada pihak sekolah, di antaranya poster mitigasi bencana, stopwatch, buku Pramuka dan olahraga karya dosen, cone latihan, tali, alat latihan agility, tali rami, serta bendera semaphore. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran dan latihan kesiapsiagaan siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Magda Dwi Hartati Simanjuntak kepada para guru mengenai integrasi pembelajaran IPAS, olahraga, dan Pramuka dalam pendidikan mitigasi bencana. Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait kesiapsiagaan banjir.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi interaktif, kegiatan ditutup dengan post-test guna melihat peningkatan pemahaman peserta. Tidak hanya teori, kegiatan juga menitikberatkan pada praktik langsung di lapangan bersama siswa. Dalam sesi ini, para siswa dilatih berbagai keterampilan life skill dan aktivitas olahraga yang mendukung kesiapsiagaan bencana. Para narasumber terlebih dahulu melakukan diagnosis kemampuan siswa sebelum menerapkan berbagai simulasi dan permainan edukatif yang bertujuan meningkatkan ketangkasan, kerja sama, komunikasi, serta respons cepat dalam situasi darurat banjir.
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama mengikuti kegiatan. Para guru pun menyambut positif program tersebut karena dinilai mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi keselamatan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap tercipta budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta meningkatnya kemampuan siswa dan guru dalam menghadapi potensi banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Program pendampingan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, keterampilan hidup, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.