Mahasiswa Sistem Tenaga Listrik Universitas Negeri Medan (Unimed) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna melalui program Mahasiswa Berdampak 2026 dengan mengimplementasikan teknologi Smart Solar Reverse Osmosis (RO) dan Smart Hidroponik bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setelah banjir bandang yang terjadi pada tahun 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menurunkan kualitas sumber air masyarakat akibat meningkatnya kekeruhan dan pencemaran, sehingga akses terhadap air bersih menjadi terbatas. Sebagai solusi, mahasiswa menghadirkan teknologi Smart Solar Reverse Osmosis, yaitu sistem pengolahan air bersih yang memanfaatkan teknologi filtrasi reverse osmosis dengan sumber energi dari panel surya. Teknologi ini memungkinkan masyarakat memperoleh air bersih secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional, sehingga sangat relevan diterapkan di wilayah pascabencana maupun daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
Selain itu, program ini juga mengembangkan Smart Hidroponik sebagai solusi pertanian modern yang hemat air dan adaptif terhadap kondisi lingkungan pascabencana. Sistem ini memungkinkan petani memantau kondisi nutrisi, pH, dan lingkungan tanaman secara real time melalui sensor digital sehingga meningkatkan efisiensi produksi pertanian.
Kegiatan ini melibatkan kelompok tani sebagai mitra produktif serta posyandu desa sebagai mitra sosial, dengan fokus pada peningkatan akses air bersih, pemulihan produktivitas pertanian, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya melakukan instalasi teknologi, tetapi juga memberikan pelatihan, pendampingan operasional, serta penguatan manajemen kelompok agar masyarakat mampu mengelola teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Sistem Tenaga Listrik Universitas Negeri Medan dengan pendampingan dosen, yaitu Ir. Denny Haryanto Sinaga, S.Pd., M.Eng, Ir. Muhammad Aulia Rahman Sembiring, S.T., M.T, dan Hasiana Nopina Situmorang, S.T., M.Sc, yang memberikan arahan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan dan penerapannya bagi masyarakat.
Program Mahasiswa Berdampak ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penyediaan air bersih dan sanitasi layak (SDG 6), energi bersih dan terjangkau (SDG 7), serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa (SDG 8). Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, inovasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap krisis air bersih, memperkuat produktivitas pertanian, serta mendukung pemulihan ekonomi desa secara berkelanjutan.