Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melangkah lebih jauh dari sekadar menara gading akademik, UNIMED hadir membawa solusi teknologi langsung ke tengah masyarakat. Kali ini, sebuah inisiatif dan kolaborasi sinergis terjalin sangat apik di dataran tinggi Kabupaten Karo, tepatnya di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, sebuah kawasan dengan potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.
Gebrakan inovatif ini diwujudkan secara nyata melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mengusung judul "Transformasi Digital Desa Wisata Berkelanjutan Melalui Integrasi Spasial Big Data dan Platform Literasi Civic Engagement Berbasis GIS di Desa Raya Kabupaten Karo". Program ini bukanlah bentuk digitalisasi biasa, melainkan sebuah lompatan visioner untuk membangun ekosistem desa wisata yang lebih cerdas, terukur, dan partisipatif. Melalui sentuhan teknologi mutakhir, Desa Raya dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pariwisata global dengan fondasi data yang kuat.
Di balik inisiatif strategis dan berdampak ini, terdapat tim dosen UNIMED yang berdedikasi tinggi, dipimpin oleh Abdinur Batubara, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim. Keberhasilan pelaksanaan program ini juga didukung penuh oleh keahlian multidisiplin dari para anggota pendidik, yakni Ramsul Nababan, S.H., M.H., Fazli Rachman, S.Pd., M.Pd., Muhammad Farouq Ghazali Matondang, S.Pd., M.Sc., serta Drs. Liber Siagian, M.Si. Perpaduan kepakaran di bidang kewarganegaraan, hukum, pendidikan, sosiologi, dan sains tata ruang ini memastikan implementasi program berjalan komprehensif.
Integrasi Sistem Informasi Geografis (GIS) dan Big Data ke dalam tata kelola desa wisata merupakan langkah yang sangat revolusioner. Dengan diluncurkannya platform literasi civic engagement ini, masyarakat desa tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan bertransformasi menjadi subjek aktif yang turut memetakan potensi tata ruang, mengawal kebijakan inventaris desa, dan menyuarakan aspirasi secara real-time. Ini adalah wujud nyata dari demokratisasi ruang digital di tingkat akar rumput yang sangat esensial.
Pendekatan strategis ini sangat sejalan dengan landasan teori Network Society dari sosiolog ternama Manuel Castells, yang menegaskan bahwa transformasi sosial dan pemberdayaan di era modern sangat bergantung pada kapasitas masyarakat untuk terhubung ke dalam ekosistem jaringan informasi cerdas. Ditambah dengan tesis dari pakar pionir GIS, Jack Dangermond, yang menyatakan bahwa penerapan sains spasial mampu bertindak sebagai "sistem saraf" (nervous system) bagi tata kelola sebuah wilayah. Melalui karya ini, UNIMED membekali Desa Raya dengan "sistem saraf" digital tersebut untuk menggerakkan civic engagement secara optimal. Tentu saja, karya besar dan inovatif ini tidak akan pernah terwujud dengan baik tanpa tangan terbuka serta visi progresif dari para pimpinan di Desa Raya.
Kolaborasi positif ini didukung penuh oleh Bapak Amanita Ketaren selaku Kepala Desa Raya, serta Bapak Karya Jaya Ginting selaku Direktur BUM Desa Raya sekaligus Pengelola Desa Wisata Raya. Jalinan komunikasi yang intensif, kepemimpinan yang adaptif, serta fasilitasi tanpa henti dari beliau berdua menjadi kunci utama yang menyatukan konsep akademis UNIMED dengan realitas kebutuhan masyarakat desa dari awal hingga akhir kegiatan.
Demi memastikan keberlanjutan inovasi, tongkat estafet pengelolaan platform ini dititipkan pada pundak 8 (delapan) peserta efektif yang terpilih secara selektif dari unsur Pemerintah Desa (Pemdes) Raya. Peserta yang sangat antusias ini terdiri dari para operator IT desa dan tim penggerak dari Badan Statistik Desa Raya. Para agen perubahan di tingkat desa inilah yang nantinya menjadi ujung tombak dalam mengelola, memelihara, dan terus memutakhirkan input data statistik ke dalam sistem secara mandiri setelah program pengabdian selesai.
Selama proses pelaksanaan kegiatan, tim dosen dari UNIMED telah memberikan pendampingan teknis dan manajerial yang sangat komprehensif kepada kedelapan peserta tersebut. Proses transfer keilmuan berjalan dengan dua arah dan sangat partisipatif, mulai dari tata cara penentuan titik koordinat peta secara akurat, pengisian data demografi kependudukan, hingga manajemen validasi keluhan/suara warga secara digital. Kesungguhan mereka menegaskan kesiapan Desa Raya untuk beralih secara total menuju tata kelola Smart Tourism Village.
Hasil puncak dari dedikasi akademik dan kolaborasi masyarakat ini melahirkan sebuah karya produk berbasis web-app yang berpenampilan mutakhir, elegan, dan fungsional. Platform ini dirancang custom-made untuk secara visual memetakan aset wisata dengan peta interaktif, merekam dinamika statistik desa, hingga membuka ruang demokratis khusus bagi pelibatan aspirasi warga (civic engagement). Semuanya dibangun di atas arsitektur sistem informasi yang aman, futuristik, dan terpusat.
Sebagai bentuk transparansi dan penyebarluasan inovasi, kami mengundang seluruh sivitas akademika UNIMED, praktisi pariwisata nasional, serta masyarakat luas untuk melihat serta meninjau langsung mahakarya digital tersebut. Platform "Transformasi Digital Desa Raya" dapat diakses secara publik pada tautan resmi berikut: https://inovasippkn.web.id/desaraya/index.php. Kunjungi dan saksikan bagaimana integrasi teknologi bekerja secara nyata untuk kemajuan sebuah desa.
Dampak positif yang dirasakan oleh Desa Raya Berastagi kini sangatlah nyata. Desa yang asri tersebut kini tidak hanya bangga akan keindahan alam fisik dan budayanya, tetapi juga telah dibekali dengan "infrastruktur digital" yang sangat kokoh. Aksesibilitas Big Data desa yang rapi, transparansi pelayanan, dan tingginya keterlibatan masyarakat yang terfasilitasi platform GIS merupakan modal peradaban baru untuk mewujudkan cita-cita pariwisata yang benar-benar berkelanjutan (sustainable tourism).
Sinergi hebat antara Universitas Negeri Medan dan Desa Raya ini telah menjadi role model kolaborasi paling harmonis tentang bagaimana perguruan tinggi hadir bagi pemerintah desa. Ini adalah narasi nyata bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh hanya berhenti menghiasi ruang kelas dan literatur, melainkan harus turun menapak ke desa, menyentuh denyut nadi kehidupan warga, dan melahirkan karya yang memberdayakan. Bersama UNIMED, mari kita wujudkan inovasi tiada henti untuk membangun negeri!