BINJAI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Negeri Medan (Unimed) menyelenggarakan program Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Batik Digital bagi Guru dan Siswa SMP di Kota Binjai Berbasis Budaya Lokal di SMP Negeri 2 Binjai pada 5–6 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan desain motif batik yang menonjolkan nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) yang dilaksanakan oleh Tim PKM Unimed yang diketuai Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum. dengan anggota Drs. Misgiya, M.Hum. dan Drs. Onggal Sihite, M.Si. Kegiatan ini juga didukung oleh pendamping LPPM Unimed Saud Marulita Hutape, S.Pd. serta mahasiswa anggota tim, yaitu Alifia Azzahra, Jasslyn Giovanca Valentine Karim, Daffarul Khusaini Nasution, Nur Jannah, dan Juniska Della M. Br. Saragih.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, didampingi Kepala SMP Negeri 2 Binjai, guru-guru Seni Budaya yang tergabung dalam MGMP Kota Binjai, serta peserta didik dari berbagai SMPN di Kota Binjai. Pada kesempatan tersebut, Tim PKM Unimed juga menyerahkan bantuan alat dan bahan membatik kepada pihak mitra sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal.
Pada hari pertama, 5 Juni 2026, peserta mengikuti pelatihan digitalisasi desain motif batik berbasis budaya lokal yang disampaikan oleh Nur Basuki, S.Pd., M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman mengenai proses perancangan motif batik secara digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran seni budaya. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik yang didampingi langsung oleh Tim PKM Unimed.
Memasuki hari kedua, 6 Juni 2026, peserta melanjutkan praktik membatik secara intensif hingga tahap penyelesaian karya. Melalui pendampingan yang diberikan, guru dan siswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengaplikasikan desain yang telah dibuat ke dalam proses membatik sehingga menghasilkan karya yang mengangkat unsur budaya lokal Kota Binjai.
Ketua Tim PKM, Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam mengembangkan motif batik yang mencerminkan identitas daerah. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran seni budaya diharapkan mampu menjadi inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Melalui inisiatif ini, Unimed terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui kontribusi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama antara universitas, sekolah, dan pemerintah daerah, diharapkan upaya pelestarian budaya dapat diperkuat, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang kreatif dan inovatif serta memiliki semangat yang besar terhadap warisan budaya negara.