Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar kuliah umum bertema konservasi orangutan bersama BBKSDA Sumatera Utara dan Centre Orangutan Protection (COP) pada selasa 5 mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Center for Orangutan Protection (COP) dalam rangkaian campus visit yang berlangsung di Aula Jurusan Biologi Unimed lantai 10. Selain kuliah umum, turut digelar pameran foto dokumentasi kegiatan konservasi yang pernah dilakukan oleh BBKSDA Sumut dan COP. Foto-foto tersebut menampilkan proses penyelamatan orangutan, rehabilitasi di pusat konservasi, hingga pelepasliaran ke habitat alami. Mahasiswa dan dosen tampak antusias mengamati setiap gambar sambil berdiskusi langsung dengan para narasumber.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA, Dr. Lasker P Sinaga, S.Si., M.Si. , yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung konservasi satwa liar. “Mahasiswa biologi adalah calon ilmuwan dan praktisi konservasi. Kuliah umum ini menjadi jembatan antara teori di kampus dan realitas di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Biologi, Khairiza Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D. , turut mendampingi jalannya acara dan menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas lembaga ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung para pemangku kepentingan di dunia konservasi,” tuturnya.
Dede Tanjung, SP, M.Si. , dari BBKSDA Sumatera Utara, menyampaikan materi berjudul “Dasar-Dasar Konservasi Satwa Liar” . Ia mengupas tuntas regulasi, tantangan lapangan, serta strategi perlindungan habitat orangutan yang kian terancam deforestasi. Sementara itu, Faradiva Zahra Maharani, S.Si. , seorang biologis dari Center for Orangutan Protection (COP), berbagi pengalaman langsungnya selama bertahun-tahun bekerja di pusat rehabilitasi orangutan. “Menjadi biologis bukan hanya tentang riset, tetapi juga tentang empati dan keberanian untuk turun ke lapangan menyelamatkan individu orangutan yang kehilangan rumah,” ujar Faradiva di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen.
Berkat panduan moderator Suci Rahmawati, M.Pd., diskusi berlangsung sangat dinamis. Mahasiswa tidak hanya mendengar, tetapi melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis seperti: “Bagaimana peran mahasiswa biologi yang tidak tinggal di sekitar habitat orangutan?” hingga “Apakah rehabilitasi benar-benar efektif jika hutan tempat pelepasliaran terus menyusut?” Dosen pun ikut ambil bagian, menambahkan sudut pandang dari sisi akademik dan etika konservasi. Kolaborasi antara Jurusan Biologi Unimed, BBKSDA Sumut, dan COP ini menjadi langkah kecil tetapi berdampak besar dalam menguatkan peran akademisi dan praktisi. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sekali. Generasi muda adalah ujung tombak konservasi di masa depan,” pungkas Khairiza Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D. sekaligus menutup kegiatan kuliah umum.