Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (UNIMED) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola pendidikan tinggi berbasis kinerja melalui partisipasi aktif pada kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Forum Fakultas Bahasa dan Seni Indonesia (FBSI) yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta pada 9–11 April 2026.

Kegiatan nasional yang mengangkat tema “Lingua-Art Networking: Transformasi Kreatif Bahasa dan Seni untuk Pencapaian IKU Universitas” ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni dari berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia. Forum ini bertujuan merumuskan langkah kolaboratif dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Delegasi FBS UNIMED dipimpin langsung oleh Dekan FBS UNIMED, Prof. Dr. Zulkifli, M.Sn., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum FBSI Indonesia, didampingi oleh Dr. Wisman Hadi, M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, serta Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan.

Dalam keterangannya, Prof. Dr. Zulkifli, M.Sn. menegaskan bahwa forum ini memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan bidang bahasa, seni, dan budaya yang berorientasi pada capaian kinerja terukur.

“Melalui forum ini, kita mendorong lahirnya kolaborasi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi. FBS UNIMED berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan program inovatif, penguatan publikasi ilmiah, serta peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya pencapaian IKU,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa transformasi di bidang bahasa dan seni harus didorong melalui pendekatan kreatif dan jejaring kolaboratif lintas institusi guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar FBS di Indonesia melalui jaringan kerja sama berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dari kegiatan tersebut, Forum FBSI Indonesia menghasilkan sejumlah rumusan strategis, antara lain peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang doktor (S3), penguatan kerja sama publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, pengembangan program dual degree, pelaksanaan pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan kompetisi bidang bahasa dan seni tingkat nasional.

Partisipasi FBS UNIMED dalam forum ini menjadi wujud nyata komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas kolaborasi nasional, serta mendorong inovasi di bidang bahasa, seni, dan budaya. Ke depan, FBS UNIMED diharapkan terus mengambil peran strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.