Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) sukses menggelar program pendampingan iptek di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Kolaborasi ini menghadirkan inovasi digital berupa "Pendampingan Penggunaan Aplikasi Evaluasi Kebugaran Jasmani Berbasis Android" yang ditujukan langsung bagi jajaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tebing Tinggi.
Kegiatan strategis ini diketuai oleh Prof. Dr. Imran Akhmad, M.Pd., didampingi oleh tim ahli yang terdiri dari Drs. Zulfan Heri, M.Pd., Dr. Hariadi, M.Kes., dan Dr. Amansyah, M.Pd. Jalannya program juga dikawal ketat oleh perwakilan LPPM Unimed, Ester Marisa Fitriani Sihombing, S.Pd., guna memastikan standardisasi pengabdian berjalan optimal.
Program pengabdian ini dirancang secara sistematis melalui tiga rangkaian kegiatan utama demi memastikan terjadinya transfer teknologi yang berkelanjutan khususnya Edukasi & Simulasi Digital Pemaparan materi sekaligus pendampingan langsung dalam pelaksanaan tes kebugaran menggunakan aplikasi berbasis Android. Sesi ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Imran Akhmad, M.Pd., bersama tim pengembang aplikasi. Selanjutnya Hibah Fasilitas, Penyerahan paket alat pendukung tes fisik beserta perangkat lunak (software) aplikasi kebugaran secara gratis kepada para peserta untuk menunjang operasional dinas. Kemudian Aksi Lapangan Berkelanjutan, Pendampingan lanjutan untuk pelaksanaan tes kebugaran yang dijadwalkan menyasar para peserta didik serta atlet binaan pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Imran Akhmad, M.Pd., mengungkapkan bahwa digitalisasi ini bertujuan memangkas birokrasi evaluasi fisik yang selama ini masih berbasis manual. Melalui aplikasi Android ini, proses kalkulasi data kebugaran dapat dilakukan secara instan, akurat, dan minim kekeliruan. "Kami berharap melalui pendampingan ini, para mitra dan peserta dapat mengimplementasikannya secara luas kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dengan begitu, satuan pendidikan maupun komunitas olahraga dapat dengan mudah mengukur tingkat kebugaran jasmani secara mandiri," ujarnya.
Langkah taktis yang diinisiasi oleh FIKK dan LPPM Unimed ini menjadi bukti konkret komitmen akademisi dalam mendukung penerapan Sport Science di dunia olahraga dan pendidikan nasional. Melalui integrasi teknologi ramah pengguna, Unimed optimis tingkat kebugaran generasi muda di Kota Tebing Tinggi dapat dipantau dan ditingkatkan secara terukur demi melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi di masa depan. (Humas Unimed/eo)