Upaya pengurangan risiko bencana banjir terus digencarkan melalui pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat. Tim dosen dari Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan bertajuk Mitigasi Banjir Melalui Solusi Komprehensif Hs2 Berbasis Masyarakat di Pondok Pesantren Al-Fath, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan Yayasan Pondok Pesantren Al-Fath Gebang sebagai mitra utama dalam implementasi program. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Aida Fitriani Sitompul, M.Si, Nanda Pratiwi, M.Pd, Rahmad H. Gultom, M.Pd, Dr. Finga Fitri Amanda, M.Pd, serta Nur Hasannah, M.Pd. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesantren dalam menghadapi potensi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Melalui pendekatan HS2 (Holistic Sustainable Solution), kegiatan difokuskan pada edukasi, pelatihan, serta penerapan solusi praktis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh warga pesantren.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen memberikan penyuluhan mengenai penyebab banjir, pentingnya pengelolaan lingkungan, serta strategi mitigasi yang efektif. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan teknis seperti pembuatan sistem drainase sederhana, pengelolaan sampah berbasis lingkungan, serta simulasi tanggap darurat banjir.
Ketua tim kegiatan, Dr. Aida Fitriani Sitompul, M.Si, menyampaikan bahwa penggunaan biopori menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi genangan air sekaligus meningkatkan daya resap tanah terhadap air hujan. Selain membantu mitigasi banjir, biopori juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah organik sehingga memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mampu menerapkan teknologi sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi risiko banjir,” ujarnya.
Pihak Yayasan Pondok Pesantren Al-Fath Gebang Ibu Dr. Vivi Desvita, M.Si menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat praktik pembuatan biopori di lingkungan pesantren. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta membangun sistem mitigasi banjir berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Langkat.