UNIMED Peduli Korban Sinabung

Medan, 19 Februari 2014
Sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki motto “character building university”, Universitas Negeri Medan melakukan aksi Peduli Korban Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Ada dua aksi Unimed dalam menunjukkan kepeduliannya terhadap korban erupsi Gunung Sinabung, yakni :

1. Membebaskan Biaya Kuliah Semester Genap 2013/2014 bagi mahasiswa Korban Erupsi Gunung Sinabung.

Pimpinan Unimed mengambil kebijakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban erupsi Gunung Sinabung, dengan membebaskan biaya kuliah semester genap 2013/2014. Sebagai data pendukung untuk menyakinkan bahwa mahasiswa yang akan mengajukan pembebasan biaya kuliah memang benar-benar termasuk korban Gunung Sinabung, maka mahasiswa tersebut harus melengkapi beberapa persyaratan yang diantaranya melengkapi surat dari pemerintah setempat bahwa yang bersangkutan termasuk keluarga korban Gunung Sinabung.

Harapan pimpinan Unimed agar mahasiswa yang termasuk dalam korban erupsi Gunung Sinabung tidak putus kuliah dan orang tuanya tidak berpikir keras memikirkan biaya kuliah anak-anaknya pada semester genap 2013/2014 ini. Seluruh Pimpinan Unimed memahami bahwa orang tua mahasiswa yang termasuk dalam korban Gunung Sinabung bermatapencaharian sebagai petani. Sedangkan diketahui bahwa lahan pertanian banyak yang hancur dalam radius 5 km dari Gunung Sinabung. Semoga seluruh korban diberikan Allah, Tuhan Yang Maha Esa ketabahan dan kesabaran, serta Gunung Sinabung kembali normal, sehingga para pengungsi kembali bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

2. Membimbing siswa-siswi kelas III SMP dalam menghadapi UN 2014 Dalam bentuk aksi kedua, Unimed melakukan kegiatan Bimbingan Belajar bagi siswa-siswi SMP Korban Erupsi Gunung Sinabung.

 
Kegiatan ini telah di mulai pada sabtu, 15 februari 2014 di empat tempat yang berbeda, yakni : 1). SDN Tanjung, kecamatan Tigaderket. 2). SMPN 1 Tigabinanga. 3). Lapangan Open Stage/Perta Mejuah-juah Berastagi, dan 4). Aula Yonif 125 Simbisa Tanah Karo. Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, didampingi Kepala LPM Dr. A. Ridwan Sani, M.Si, Ketua Pelaksana Drs. Arifin Siregar, M.Pd. Staf Ahli PR1 Dr. Iwayan Dirgayasa, M.Hum, dan Kepala Humas Muhammad Surip, S.Pd. M.Si, pada hari sabtu pagi pukul 07.30 Wib tanggal 15 februari 2014, melepas tim dosen pembimbing/tutor yang akan melakukan pembimbingan aktif bagi siswa-siswi kelas III SMP yang akan mengikuti UN tahun 2014 yang termasuk dalam korban Gunung Sinabung.

 Rektor Unimed berpesan agar tim bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bisa melakukan pembimbingan secara kreatif sehingga dapat mencapai apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini, yakni membantu para siswa-siswi korban Sinabung bisa lulus UN 2014 dengan hasil maksimal, walau proses belajar mengajar para siswa tersebut sangat terganggu.


Gambar: Suasana belajar didalam tenda

Kegiatan pembimbingan siswa-siswi kelas III SMP ini tetap berkordinasi dengan tim BNPB yang ada di area bencana Sinabung, karena kegiatan ini akan dilaksanakan selama 8 minggu setiap hari sabtu dan minggu. Diperkirakan kegiatan ini akan berakhir sebelum para siswa-siswi mengikuti Ujian Nasional Tahun 2014 pada bulan mei. Setiap minggunya pada sabtu-minggu Unimed mengirimkan 24 dosen pembimbing sesuai bidang keahlian ilmunya yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.

Masing-masing dari bidang studi tersebut dikirimkan 5 orang dosen, ditambah 4 dosen BK yang akan memberikan bimbingan konseling dan memberikan latihan kegiatan ice breaker.


Gambar: Posko tempat belajar siswa

Kegiatan pembimbingan ini dilakukan dalam bentuk Bimbingan Belajar dan latihan keterampilan melatihkan pemecahan masalah soal-soal UN dengan teknik cepat dan serdas. Harapan Unimed kegiatan ini akan membantu para siswa-siswi SMP kelas III yang termasuk dalam korban bencana Sinabung dalam menghadapi UN Tahun 2014 bisa tenang dan dapat menghasilkan kelulusan UN 100 %. Selain melatih siswa-siswi dalam menjawab soal-soal UN, tim dosen Unimed juga memberikan berbagai kegiatan ice breaking guna memberikan motivasi dan semangat untuk bisa bersabar dalam menghadapi cobaan bencara erupsi Sinabung ini. (Humas Unimed).
BERITA LAINNYA