Unimed Sediakan 2.148 Kursi Untuk SNMPTN 2014

Medan, 16 Januari 2014
JUMPA PERS: Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar didampingi Pembantu Rektor 1 Prof Dr Khairil Ansari dalam jumpa pers tentang SNMPTN 2014. Jumpa pers digelar di Biro Rektor Unimed, Kamis (2/1). Tahun ini Unimed menyediakan 2.148 kuota kursi untuk pelamar SNMPTN atau 50 persen dari total kuota 4.297 kursi.

Medan, (Analisa). Kuota kursi untuk pelamar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masuk Unimed 2014 sebanyak 2148 atau 50 persen dari total 4297 kursi yang tersedia. Sisanya, 1289 atau 30 persen lagi untuk SBMPTN dan 859 atau 20 persen jalur mandiri. “Kuota ini lebih besar dari tahun lalu yang tidak lebih dari 4200 kuota.” kata Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar didampingi Pembantu Rektor I Prof Dr Khairil Ansari dalam konferensi pers yang digelar di gedung Biro Rektorat Unimed, Kamis (2/1).

Sebenarnya, terang Ibnu lagi, pola seleksi tahun ini hampir sama dengan tahun lalu terang Ibnu. Hanya ada sedikit perbedaan. Menurut Ibnu bedanya empat poin. Pertama, tahun ini yang melakukan verifikasi data rapor bukan lagi kepala sekolah, melainkan siswa pelamar.

Kedua, Kepala sekolah atau siswa pelamar yang mengalami kesulitan akses internet dapat mengunjungi Plasa Telkom atau Kantor Pos Online di seluruh Indonesia. Selanjutnya, siswa pelamar dari SMK/MAK yang masa studinya 4 tahun maka lulusan 2013 diperbolehkan ikut seleksi.

Terakhir, siswa pelamar hanya dapat memilih 2 perguruan tinggi negeri dengan salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya. “Karena itu,” kata Ibnu, “kepala sekolah harus segera mengisi data sekolah dan siswa pada PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).

Karena itu, sambung Ibnu, sekolah diharapkan segera melaporkan ke pusat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Pelaporan itu penting demi menghindari berulangnya kasus kecurangan di 2013 lalu yang memberi peluang 126 sekolah terindikasi kecurangan.

Dari angka itu, setelah diverifikasi terbukti 48 sekolah benar-benar melakukan kecurangan dan sekolah-sekolah itu telah dikenai sanksi. Namun saat dimintai nama-nama sekolah mana saja yang kena skors, Ibnu menjawab, tidak tahu dengan alasan panitia sampai hari ini belum membukanya ke publik.

Tentang pengisian data PDSS bisa dilakukan melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id. Pengisian diharapkan sesegera mungkin mengingat jadwal seleksi dilakukan pada 1 April hingga 26 Mei. Dan pengumuman hasilnya pada 27 Mei. Sementara waktu pengisian data PDSS dibuka mulai 6 Januari hingga 31 Maret. Sembari pengisian data PDSS berlangsung, pendaftaran SNMPTN dibuka per 17 Februari sampai 26 Mei.

Ibnu juga memaparkan sejumlah ketentuan khusus mengikuti SNMPTN 2014 antara lain. Pertama, persyaratan sekolah. Yang berhak mengikuti SNMPTN, kata Ibnu, adalah SMA/SMK/MA/MAK baik negeri maupun swasta yang mempunyai Nomor Pokok Nasional Sekolah (NPNS). 

Kedua, siswa pelamar adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir di 2014 yang lulus UN di 2013 atau 2014, unya Nomor Induks Siswa Nasional, terdaftar di PDSS dengan memiliki rapor semester 1-5 atau sampai semeser 7 pada SMK/MAK.

Ibnu menambahkan, tahun ini Unimed juga telah memasukkan Program Studi Bilingual untuk jurusan Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia dalam SNMPTN. “Selama ini prodi bilingual dijaring melalui seleksi lokal. Tapi tahun ini sudah kita masukkan ke SNMPTN.” pungkasnya.

Sumber : Analisa/dedy hutajulu
BERITA LAINNYA